kebiasaan di masyarakat adalah ketika melihat seorang kyai memiliki putra yg "nakal" selalu terlihat baik
bahkan tidak jarang justru dimuliakan. Ini pemahaman yg saya dapat ketika pendidikan di pesantren dengan istilah "khelaf".
TAQWA & INGKAR TIDAK BISA DIUKUR DARI KETURUNAN ATAU KEKELUARGAAN
Jangan menganggap anak/keturunan kyai/ustadz selalu baik
Karena putera nabi (Adam, Ya'qub & Nuh) ada yang ingkar kepada Allah
Jangan menganggap anak/keturunan dari orang buruk selalu buruk
Karena Nabi Ibrahim adalah putera seorang musyrik (tertera di alquran ayahnya bernama adzar)
Jangan menganggap istri kyai/ustadz selalu baik
Karena istri nabi (Nuh dan Luth) juga ingkar kepada Allah
Jangan menganggap istri orang buruk selalu buruk
Karena (salah satu) istri Fir'aun juga akhirnya bertaqwa kepada Allah
"Allahu yahdi mayyasya' wa yadhillu mayyasya' "
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Perkembangan awal agama Kristen tidak lepas dari dinamika politik, sosial, dan kebudayaan Kekaisaran Romawi.
Transformasi iman Kristiani dari sebuah gerakan kecil di wilayah Yudea hingga menjadi agama resmi kekaisaran melibatkan interaksi mendalam...
-
Pada ayat diatas (Al-baqoroh:219) adalah jawaban Allah ketika nabi ditanya tentang judi dan minuman keras. Allah tidak langsung menyatakan...
-
Alam semesta ini sangat luas, banyak hal-hal yang tidak diketahui manusia, baik hal gaib atau eksakta. Dan seluruh perintah dan larang...
-
Kita sering mendengar tentang nama sesembahan di masa jahiliyah yang disebut Latta dan Uzza. Tapi tidak banyak yang tau dari mana nama itu b...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar