Sabtu, 04 April 2015
Rasul menganjurkan sholat jika melihat gerhana
<Shahih Bukhari>
di masa rasulullah terjadi gerhana matahari bertepatan dgn meninggalnya putera beliau (Ibrahim) maka orang banyak menyangka gerhana itu terjadi lantaran meninggalnya putera nabi. maka Nabi bersabda "gerhana matahari dan bulan terjadi bukan karena meninggalnya siapapun. Jika kalian melihat gerhana maka sholatlah dan berdoalah kalian kepada Allah"
Jumat, 03 April 2015
Cara meruqyah untuk sendiri dan keluarga
Sebuah petunjuk cara mengobati diri dari sihir atau gangguan jin dengan metode syar'iyyah (cara islami)
Cara dibawah ini tentunya akan efektif jika ketauhidan anda baik, tidak percaya kepada jimat, tempat keramat atau sejenisnya, dan tentunya tidak sering melanggar perintah Allah dan jauh dari agama
sumber informasi dari syekh Abdul rauf bin halima
sediakan satu wadah air, bisa galon, bak, baskom dll
bacakan pada air tsb:
Surah Alfatihah
Ayat qursy
Surah al-ikhlash
Surah al-falaq
Surah an-naas
Surah al-a'rof (surah 7) ayat 117-122
Surah Yunus (surah 10) ayat 81-82
Surah Thoha (surah 20) ayat 68-70
ulangi bacaan diatas masing-masing 11 x
dibaca dengan jelas dan tartil seperti membaca al-quran pada umumnya, bukan komat-kamit seperti dukun.
kemudian air tsb diminum, membasuh kepala dan anggota tubuh lain, gunakan secara rutin untuk beberapa hari agar pengaruh sihir tsb hilang perlahan2
Mengapa melalui media air?
karena secara ilmiah, menurut penelitian ilmuwan Jepang, Masaru Emoto, berteori bahwa molekul air berinteraksi dengan apa yang disuarakan kepadanya.
"Masaru Emoto (江本 勝 Emoto Masaru?, July 22, 1943 – October 17, 2014) was a Japanese author, international researcher and entrepreneur, who claimed that human consciousness has an effect on the molecular structure of water. Emoto's conjecture evolved over the years, and his early work explored his belief that water could react to positive thoughts and words, and that polluted water could be cleaned through prayer and positive visualization"
dengan pembacaan ayat-ayat dari "Sang pencipta air" maka insya Allah akan memberikan dampak positif bagi manusia, yang juga makhluk 60% terdiri dari benda air.
semoga bermamfaat dengan izin Allah
Sumber video:
Cara dibawah ini tentunya akan efektif jika ketauhidan anda baik, tidak percaya kepada jimat, tempat keramat atau sejenisnya, dan tentunya tidak sering melanggar perintah Allah dan jauh dari agama
sumber informasi dari syekh Abdul rauf bin halima
sediakan satu wadah air, bisa galon, bak, baskom dll
bacakan pada air tsb:
Surah Alfatihah
Ayat qursy
Surah al-ikhlash
Surah al-falaq
Surah an-naas
Surah al-a'rof (surah 7) ayat 117-122
Surah Yunus (surah 10) ayat 81-82
Surah Thoha (surah 20) ayat 68-70
ulangi bacaan diatas masing-masing 11 x
dibaca dengan jelas dan tartil seperti membaca al-quran pada umumnya, bukan komat-kamit seperti dukun.
kemudian air tsb diminum, membasuh kepala dan anggota tubuh lain, gunakan secara rutin untuk beberapa hari agar pengaruh sihir tsb hilang perlahan2
Mengapa melalui media air?
karena secara ilmiah, menurut penelitian ilmuwan Jepang, Masaru Emoto, berteori bahwa molekul air berinteraksi dengan apa yang disuarakan kepadanya.
"Masaru Emoto (江本 勝 Emoto Masaru?, July 22, 1943 – October 17, 2014) was a Japanese author, international researcher and entrepreneur, who claimed that human consciousness has an effect on the molecular structure of water. Emoto's conjecture evolved over the years, and his early work explored his belief that water could react to positive thoughts and words, and that polluted water could be cleaned through prayer and positive visualization"
dengan pembacaan ayat-ayat dari "Sang pencipta air" maka insya Allah akan memberikan dampak positif bagi manusia, yang juga makhluk 60% terdiri dari benda air.
semoga bermamfaat dengan izin Allah
Sumber video:
Kamis, 02 April 2015
Apakah sholawatan harus berupa sya'ir dan pakai nada?
Banyak kesalahfahaman di masyarakat bahwa "sholawatan" atau bersholawat untuk nabi harus berlagu, pakai nada, bahkan pakai alat musik perkusi
Pada masa kerasulan dan para sahabat, bersholawat kepada nabi tidak menggunakan nada, irama atau berlagu, apalagi menggunakan alat musik. Kalaupun sekarang banyak beredar sholawat versi lagu, itu cuma sekedar budaya, Lihat dalil firman Allah dan hadits seputar musik di halaman lain
Seperti yg dilakukan penduduk Madinah ketika menyambut rasul hijrah dari Mekkah, saat itu belum ada perintah sholawat, jadi sambutannya berupa sya'ir puji2an kepada nabi.
Kalimat sholawat itu adalah merupakan kalimat do'a atau pengharapan kepada Allah agar kesejahteraan dan keselamatan senantiasa tercurahkan kepada beliau. Tentunya sebaik2nya kalimat doa adalah diucapkan dengan penghayatan dan adab, bukan berbentuk lagu/musik.
Tentu kita bertanya, kenapa kita harus berdo'a untuk keselamatan nabi? sedangkan beliau sudah dijamin keselamatannya oleh Allah :)
Di dalam islam kita dianjurkan untuk saling menghormati dan mendo'akan sesama muslim. Sekali kita berdo'a untuk sesama muslim, para malaikat akan berdo'a hal yg sama untuk kita... bahkan lebih dari itu.
Kalau berdo'a untuk sesama muslim saja kita mendapat balasan seperti itu, bagaimana balasan doa untuk rasulullah saw? Tentu lebih hebat dari itu. Itulah sebabnya Allah memerintahkan kita bersholawat untuk beliau. (Al-ahzab : 56)
Disamping itu perintah Allah bershalawat untuk nabi (mendo'akan nabi) sebagai konfirmasi bahwa beliau juga adalah manusia biasa, tidak ada unsur tuhan seperti sangkaan Nasrani kepada Isa. Nabi sebagai manusia biasa yang juga perlu dido'akan sebagaimana umat manusia lain yang telah meninggal dunia.
Berikut ini adalah kalimat sholawat yang diajarkan Rasulullah saw dalam sebuah hadits shahih
Para sahabat sedang berkumpul di majlis sa'ad bin ubadah, dan rasulullah saw datang, kemudian bashir ibnu sa'ad bertanya kepada nabi, "Allah memerintahkan kami untuk bersholawat untukmu ya rasulullah, lalu bagaimana cara bersholawat untukmu?
Lalu rasulullah terdiam cukup lama, dan para sahabat sampai terfikir menyesal mengajukan pertanyaan tsb.
Kemudian rasul berkata, "ucapkanlah: (terjemah dari yg digaris merah diatas) wahai Allah limpahkan sholawat (kesejahteraan) dilimpahkan atas (nabi) Muhammad dan keluarga (nabi) Muhammad, sebagaimana telah Engkau curahkan kepada keluarga (nabi) Ibrahim.
Dan berkahilah atas (nabi) Muhammad dan keluarga (nabi) Muhammad, sebagaimana telah Engkau berkahi keluarga (nabi) Ibrahim. Sesungguhnya Engkau (Allah) Maha terpuji dan Maha mulia."
Hadits diatas shahih muslim #5322
rasulullah pernah memerintahkan untuk menaburkan tanah di wajah orang yang memuji-muji
Dalil yang membuktikan bahwa sholawat adalah kalimat do'a ada dalam firman Allah berikut ini
(Attaubah:103) "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka (wahai Muhammad), dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan sholawatlah (doakan) untuk mereka. Sesungguhnya sholawat (doa) kamu itu menjadi ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Dan yang terpenting adalah, kalimat sholawat jangan sampai meminta kepada nabi, kalau kalimatnya sudah berpola meminta kepada nabi, maka itu adalah perbuatan syirk. dan dosa syirk adalah dosa terbesar diatas segala dosa. (lihat penjelasan dosa syirik di halaman lain)
dibawah ini adalah salah satu sholawat yang penulis temukan di sebuah buku yang beredar di masyarakat
Kesimpulan: Jika ingin bersholawat untuk nabi, ucapkanlah dengan penuh penghayatan dan berupa kalimat do'a seperti contoh diatas, itu lebih baik. Namun jika ingin melihat apa pendapat nabi tentang musik, silahkan lihat dalil-dalil di halaman ini
Pada masa kerasulan dan para sahabat, bersholawat kepada nabi tidak menggunakan nada, irama atau berlagu, apalagi menggunakan alat musik. Kalaupun sekarang banyak beredar sholawat versi lagu, itu cuma sekedar budaya, Lihat dalil firman Allah dan hadits seputar musik di halaman lain
Seperti yg dilakukan penduduk Madinah ketika menyambut rasul hijrah dari Mekkah, saat itu belum ada perintah sholawat, jadi sambutannya berupa sya'ir puji2an kepada nabi.
"Sholawat utamanya adalah mendo'akan nabi, dan bukan memuji-muji nabi"
Kalimat sholawat itu adalah merupakan kalimat do'a atau pengharapan kepada Allah agar kesejahteraan dan keselamatan senantiasa tercurahkan kepada beliau. Tentunya sebaik2nya kalimat doa adalah diucapkan dengan penghayatan dan adab, bukan berbentuk lagu/musik.
Tentu kita bertanya, kenapa kita harus berdo'a untuk keselamatan nabi? sedangkan beliau sudah dijamin keselamatannya oleh Allah :)
Di dalam islam kita dianjurkan untuk saling menghormati dan mendo'akan sesama muslim. Sekali kita berdo'a untuk sesama muslim, para malaikat akan berdo'a hal yg sama untuk kita... bahkan lebih dari itu.
Kalau berdo'a untuk sesama muslim saja kita mendapat balasan seperti itu, bagaimana balasan doa untuk rasulullah saw? Tentu lebih hebat dari itu. Itulah sebabnya Allah memerintahkan kita bersholawat untuk beliau. (Al-ahzab : 56)
Disamping itu perintah Allah bershalawat untuk nabi (mendo'akan nabi) sebagai konfirmasi bahwa beliau juga adalah manusia biasa, tidak ada unsur tuhan seperti sangkaan Nasrani kepada Isa. Nabi sebagai manusia biasa yang juga perlu dido'akan sebagaimana umat manusia lain yang telah meninggal dunia.
Berikut ini adalah kalimat sholawat yang diajarkan Rasulullah saw dalam sebuah hadits shahih
Lalu rasulullah terdiam cukup lama, dan para sahabat sampai terfikir menyesal mengajukan pertanyaan tsb.
Kemudian rasul berkata, "ucapkanlah: (terjemah dari yg digaris merah diatas) wahai Allah limpahkan sholawat (kesejahteraan) dilimpahkan atas (nabi) Muhammad dan keluarga (nabi) Muhammad, sebagaimana telah Engkau curahkan kepada keluarga (nabi) Ibrahim.
Dan berkahilah atas (nabi) Muhammad dan keluarga (nabi) Muhammad, sebagaimana telah Engkau berkahi keluarga (nabi) Ibrahim. Sesungguhnya Engkau (Allah) Maha terpuji dan Maha mulia."
Hadits diatas shahih muslim #5322
rasulullah pernah memerintahkan untuk menaburkan tanah di wajah orang yang memuji-muji
Dalil yang membuktikan bahwa sholawat adalah kalimat do'a ada dalam firman Allah berikut ini
خُذ مِن أَموٰلِهِم صَدَقَةً تُطَهِّرُهُم وَتُزَكّيهِم بِها وَصَلِّ عَلَيهِم ۖ إِنَّ صَلوٰتَكَ سَكَنٌ لَهُم ۗ وَاللَّهُ سَميعٌ عَليمٌ
(Attaubah:103) "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka (wahai Muhammad), dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan sholawatlah (doakan) untuk mereka. Sesungguhnya sholawat (doa) kamu itu menjadi ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Dan yang terpenting adalah, kalimat sholawat jangan sampai meminta kepada nabi, kalau kalimatnya sudah berpola meminta kepada nabi, maka itu adalah perbuatan syirk. dan dosa syirk adalah dosa terbesar diatas segala dosa. (lihat penjelasan dosa syirik di halaman lain)
dibawah ini adalah salah satu sholawat yang penulis temukan di sebuah buku yang beredar di masyarakat
![]() |
| Artinya: "..... (bagian akhir sholawat tsb) sungguh sangat sempit keadaanku, maka temukanlah (permudahlah usahaku) wahai rasulullah!" |
Kesimpulan: Jika ingin bersholawat untuk nabi, ucapkanlah dengan penuh penghayatan dan berupa kalimat do'a seperti contoh diatas, itu lebih baik. Namun jika ingin melihat apa pendapat nabi tentang musik, silahkan lihat dalil-dalil di halaman ini
Jumat, 27 Maret 2015
Hukum mengangkat pemimpin non muslim di kalangan umat muslim
kita lihat peringatan Allah dibawah ini
(Almaidah : 51) "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi sebagai pemimpin-pemimpin (mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian mereka yang lain. Barang siapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim."
Ayat diatas statusnya muhkamat, dan jelas bahwa yahudi / nasrani adalah pemimpin bagi golongan mereka sendiri. Dan bagi masyarakat mayoritas muslim haram hukumnya mengangkat non muslim menjadi pemimpin mereka.
Kalau kita melihat orang yang memberi peringatan jangan mengangkat pemimpin non-muslim, janganlah dianggap rasis, sesungguhnya Allah sudah memperingatkan kita di al-quran. Jangan cuma karena terperdaya apa kata media masa, maka kita berani lancang melanggar laranganNYA.
Kita lebih bodoh dari non-muslim. kenapa? karena di negara lain yang mayoritas non-muslim, mereka tidak sudi dipimpin oleh seorang muslim.... tapi rakyat indonesia yang (katanya) berKTP islam rela memilih non muslim, seolah-olah tidak ada lagi orang muslim yang baik.
Al-maidah:51 dalam pemahaman Umar bin Khattab
=============================
Dalam sebuah riwayat, Umar bin khattab pernah berdalil dengan ayat tsb ketika beliau memerintahkan Abu musa al-asyari memecat seorang ahli pembukuan beragama nasrani yang diangkat olehnya . Bersandarkan dengan kisah tsb, Umar memecat seorang Nasrani yang benar2 ahli di bidangnya, padahal cuma staff pembukuan, apalagi top level seperti walikota, gubernur atau presiden. Kisah tsb termaktub dalam kitab tafsir Ibnu Katsir
ينهى تبارك وتعالى عباده المؤمنين عن موالاة اليهود والنصارى، الذين هم أعداء الإسلام وأهله - قاتلهم الله - ثم أخبر أن بعضهم أولياء بعض، ثم تهدد وتوعد من يتعاطى ذلك، فقال: { وَمَن يَتَوَلَّهُمْ مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ } الآية. قال ابن أبي حاتم: حدثنا كثير بن شهاب، حدثنا محمد، يعني: ابن سعيد بن سابق، حدثنا عمرو بن أبي قيس عن سماك بن حرب، عن عياض: أن عمر أمر أبا موسى الأشعري أن يرفع إليه ما أخذ وما أعطى في أديم واحد، وكان له كاتب نصراني، فرفع إليه ذلك، فعجب عمر، وقال: إن هذا لحفيظ، هل أنت قارىء لنا كتاباً في المسجد جاء من الشام؟ فقال: إنه لا يستطيع، فقال عمر: أجنب هو؟ قال: لا بل نصراني. قال: فانتهرني، وضرب فخذي، ثم قال: أخرجوه، ثم قرأ: { يَـٰۤأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ ٱلْيَهُودَ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ أَوْلِيَآءَ } الآية، ثم قال: حدثنا محمد ابن الحسن بن محمد بن الصباح، حدثنا عثمان بن عمر، أنبأنا ابن عون عن محمد بن سيرين، قال: قال عبد الله بن عتبة: ليتق أحدكم أن يكون يهودياً أو نصرانياً وهو لا يشعر. قال: فظنناه يريد هذه الآية: { يَـٰۤأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ ٱلْيَهُودَ وَٱلنَّصَـٰرَىٰ أَوْلِيَآءَ } الآية. وحدثنا أبو سعيد الأشج، حدثنا ابن فضيل عن عاصم، عن عكرمة، عن ابن عباس: أنه سئل عن ذبائح نصارى العرب، فقال: كل، قال الله تعالى: { وَمَن يَتَوَلَّهُمْ مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ } ، وروي عن أبي الزناد نحو ذلك.
Allah Swt. melarang hamba-hamba-Nya yang mukmin mengangkat orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani sebagai wali mereka, karena mereka adalah musuh-musuh Islam dan para penganutnya; semoga Allah melaknat mereka.
Kemudian Allah memberitahukan bahwa sebagian dari mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Selanjutnya Allah mengancam orang mukmin yang melakukan hal itu melalui
firmanNya: وَمَن يَتَوَلَّهُم مِنكُم فَإِنَّهُ مِنهُم
Barang siapa di antara kalian mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang
itu termasuk golongan mereka. (Al-Maidah: 51), hingga akhir ayat.
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Kasir ibnu Syihab, telah menceritakan kepada kami Muhammad (Yakni Ibnu Sa'id ibnu Sabiq), telah menceritakan kepada kami Amr ibnu Abu Qais, dari Sammak ibnu Harb, dari Iyad, bahwa Umar pernah memerintahkan Abu Musa Al Asyari untuk melaporkan kepadanya tentang semua yang diambil dan yang diberikannya (yakni pemasukan dan pengeluaran keuangan) dalam suatu catatan lengkap. Dan tersebutlah bahwa yang menjadi sekretaris Abu Musa saat itu adalah seorang Nasrani.
Kemudian hal tersebut dilaporkan kepada Khalifah Umar r.a. Maka Khalifah Umar kagum akan hal tersebut, lalu ia berkata, "Sesungguhnya orang ini benar-benar pandai, apakah kamu dapat membacakan untuk kami sebuah surat di dalam masjid yang datang dari negeri Syam?" Abu Musa Al-Asy'ari menjawab, "Dia tidak dapat melakukannya." Khalifah Umar bertanya, "Apakah dia sedang junub?" Abu Musa Al-Asy'ari berkata, "Tidak, tetapi dia adalah seorang Nasrani." Maka Khalifah Umar membentakku dan memukul pahaku, lalu berkata, "Pecatlah dia." Selanjutnya Khalifah Umar membacakan firman Allah Swt.: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali (kalian). (Al-Maidah: 51), hingga akhir ayat
Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnul Hasan ibnu Muhammad ibnus Sabah, telah menceritakan kepada kami Usman ibnu Umar, telah menceritakan kepada kami Ibnu Aun, dari Muhammad ibnu Sirin yang mengatakan bahwa Abdullah ibnu Atabah pernah berkata, "Hendaklah seseorang di antara kalian memelihara dirinya, jangan sampai menjadi seorang Yahudi atau seorang Nasrani, sedangkan dia tidak menyadarinya." Menurut Muhammad ibnu
Sirin, yang dimaksud olehnya menurut dugaan kami adalah firman Allah Swt. yang mengatakan: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin (kalian). (Al-Maidah : 51), hingga akhir ayat.
Rabu, 25 Maret 2015
Bukan cuma daging babi yang haram, daging sapi atau kambing bisa juga haram
Kita sangat hati2 jika berperkara dengan daging babi, tapi kita perlu sadar bahwa bukan cuma daging babi yang diharamkan Allah. Lihat ayat dibawah ini
Jadi meski makanan yg tidak mengandung daging babi, tapi mengandung daging hewan yang tidak disembelih sesuai syariat islam, maka hukumnya juga haram.
Lalu bagaimana sikap kita?, mengingat kita tidak tau bagaimana makanan sekeliling kita yang tidak diketahui apakah berasal dari hewan halal yg tidak disembelih sesuai syariat atau tidak.
Hukum tidak mengenai orang yg tidak tau, namun untuk meniadakan dampak dari makanan tsb, dianjurkan kita menyebut nama Allah sebelum memasukan apapun ke mulut kita. Minimal "Bismillah"
Apalagi lengkap dengan doa anjuran rasul "Wahai Allah berkahi kami dari apa yg Engkau rizkikan, dan lindungi kami dari siksa neraka" (karena makanan yg buruk bisa menggiring kita kepada perbuatan yg buruk pula)
Jadi meski makanan yg tidak mengandung daging babi, tapi mengandung daging hewan yang tidak disembelih sesuai syariat islam, maka hukumnya juga haram.
Lalu bagaimana sikap kita?, mengingat kita tidak tau bagaimana makanan sekeliling kita yang tidak diketahui apakah berasal dari hewan halal yg tidak disembelih sesuai syariat atau tidak.
Hukum tidak mengenai orang yg tidak tau, namun untuk meniadakan dampak dari makanan tsb, dianjurkan kita menyebut nama Allah sebelum memasukan apapun ke mulut kita. Minimal "Bismillah"
Apalagi lengkap dengan doa anjuran rasul "Wahai Allah berkahi kami dari apa yg Engkau rizkikan, dan lindungi kami dari siksa neraka" (karena makanan yg buruk bisa menggiring kita kepada perbuatan yg buruk pula)
Senin, 23 Maret 2015
Adam bisa jadi bukan manusia pertama yang Allah ciptakan
para ilmuwan berteori bahwa asal mula terbentuk luar angkasa (termasuk bumi) adalah dari sebuah ledakan besar yg disebut "big bang"
tapi mereka tidak berfikir, apa yg terjadi sebelum big bang? dan sebelumnya... dan sebelumnya.... dan seteruuuuusnya... hingga lampau tak berujung... (ini bukti bahwa SANG PENCPTA, Allah SWT tidak berawal)
Dan kalau sudah terjadi kiamat, lalu apakah alam semesta ini sudah selesai?
<Arruum:27> "Dan DIA-lah yang memulai penciptaan itu, kemudian Dia mengulanginya kembali..."
<Yunus: 34> "Katakanlah, "Allah memulai penciptaan, kemudian Dia mengulanginya kembali..."
Apakah sebelum Adam Allah pernah menciptakan manusia? Allaahu a'lam smile emoticon
Minggu, 22 Maret 2015
Tidur dalam keadaan junub
(shahih bukhari, bab "naumul junub")
Umar bin khattab bertanya kepada nabi, bolehkah tidur dalam keadaan junub?
nabi menjawab,"ya, jika kalian berwudhu, maka tidurlah meski dalam keadaan junub"
صحيح مسلم ٤٦٠: حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ وَمُحَمَّدُ بْنُ رُمْحٍ قَالَا أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ ح و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عَائِشَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهُوَ جُنُبٌ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ قَبْلَ أَنْ يَنَامَ
Shahih Muslim 460: dari Aisyah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata, "Apabila Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam ingin tidur, sedangkan beliau masih dalam keadaan berjunub, maka beliau berwudhu dengan wudhu untuk mengerjakan shalat sebelum tidur."
صحيح مسلم ٤٦١: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُلَيَّةَ وَوَكِيعٌ وَغُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ جُنُبًا فَأَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَنَامَ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ ح و حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى فِي حَدِيثِهِ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ سَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ يُحَدِّثُ
Shahih Muslim 461: dari Aisyah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam apabila dalam keadaan junub, lalu ingin makan atau tidur, maka beliau berwudhu dengan wudhu untuk shalat."
Langganan:
Postingan (Atom)
Perkembangan awal agama Kristen tidak lepas dari dinamika politik, sosial, dan kebudayaan Kekaisaran Romawi.
Transformasi iman Kristiani dari sebuah gerakan kecil di wilayah Yudea hingga menjadi agama resmi kekaisaran melibatkan interaksi mendalam...
-
Pada ayat diatas (Al-baqoroh:219) adalah jawaban Allah ketika nabi ditanya tentang judi dan minuman keras. Allah tidak langsung menyatakan...
-
Alam semesta ini sangat luas, banyak hal-hal yang tidak diketahui manusia, baik hal gaib atau eksakta. Dan seluruh perintah dan larang...
-
Kita sering mendengar tentang nama sesembahan di masa jahiliyah yang disebut Latta dan Uzza. Tapi tidak banyak yang tau dari mana nama itu b...







