Jumat, 25 Mei 2012

Perintah bersholawat kepada Rasulullah dan mamfaatnya

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya!” (al-Ahzab: 56)
========================================================

dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallambersabda:
“Para malaikat senantiasa bershalawat kepada hamba-Nya selama berada di tempat shalatnya. (Mereka mengatakan), ‘Ya Allah, berikan shalawat kepadanya. Ya Allah, ampunilah dia. Ya Allah, rahmatilah dia’.” (Sahih, HR. al-Bukhari dan Muslim dari hadits yang panjang)
========================================================

Dari Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu berkata, bersabda Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam:
“Jangan kalian menjadikan kuburan sebagai (tempat) berhari raya dan jangan kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan. Dan bershalawatlah kepadaku di mana pun kalian berada karena sesungguhnya shalawat kalian (itu) sampai kepadaku.” (HR. Abu Dawud no. 2042 dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani Rahimahullah)
========================================================

hadits al-Husain bin ‘Ali Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallambersabda:
“Orang yang kikir adalah orang yang mendengar namaku, lalu dia tidak bershalawat kepadaku.” (HR. at-Tirmidzi, Ahmad, dan lain-lain, disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani t dalam Irwa’ul Ghalil, 1/5)
========================================================

dari hadits Abu Hurairah Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallambersabda:
“Kehinaan bagi seseorang yang mendengar namaku disebut di dekatnya, namun dia tidak bershalawat kepadaku.” (HR. at-Tirmidzi, al-Hakim dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani t dalam al-Irwa’,1/6)
========================================================

hadits Aus bin Aus Radhiyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallambersabda:
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jum’at, kerena sesungguhnya shalawat kalian sampai kepadaku.” Mereka bertanya, “Bagaimana bisa disampaikan (kepadamu sedang jasadmu telah hancur)?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah mengharamkan tanah untuk memakan jasad para nabi.” (HR. Abu Ishaq al-Harbi dalam Gharibul Hadits dan disahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani t dalam al-Irwa’, 1/4 dan mempunyai syawahid [pendukung] yang lain)
========================================================

hadits Anas bin Malik Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Setiap doa terhijab (tertutup) hingga bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam.” (HR. ad-Dailami dan dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani t)
========================================================

hadits Abu Ad-Darda Radhiyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa yang bershalawat kepadaku di pagi hari 10 kali dan di sore hari 10 kali, maka dia akan mendapatkan syafaatku pada hari kiamat.” (HR. ath-Thabrani dan dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani t dalam ash-Shahihul Jami’)
========================================================

hadits Fudhalah bin ‘Ubaid Radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam mendengar seorang laki-laki berdoa dalam shalatnya lalu tidak bershalawat kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam.
Maka beliau bersabda, “Orang ini tergesa-gesa.” Kemudian beliau memanggil dan berkata kepadanya:
“Jika salah seorang kalian shalat, maka hendaklah dia memulai dengan memuji Allah dan mengagungkan-Nya, kemudian bershalawatlah atas Nabi, lalu berdoa dengan apa yang dia kehendaki.” (HR. at-Tirmidzi, Abu Dawud, an-Nasa’i, dan disahihkan oleh asy-Syaikh Muqbil t dalam al-Jami’ ash-Shahih, 2/124)
========================================================

Sabda Nabi SAW :“Sesungguhnya lebih utamanya manusia bagiku besok pada hari kebangkitan ialah mereka yang lebih banyak membacanya shalawat kepadaku”. (Hadits Hasan riwayat Tirmidzi dari Ibnu Mas’ud, RA)
========================================================

Kamis, 24 Mei 2012

Apa hubungan piramida mesir dengan Amerika? dan mengapa piramida ada di mata uang Amerika?

Abdullah ibnu Umar, menyatakan bahwa Rasulullah Sallallahu 'Alaihi wa Sallam berdiri di tengah-tengah umat mereka, kemudian beliau memuji­-muji Allah dalam cara yang patut sekali, lalu beliau menyebutkan tentang Dajjal dan bersabda: "Saya peringatkan kalian, dan tidaklah ada Nabi yang tidak memperingatkan tentang masalah ini kepada umatnya. Nabi Nuh 'alaihis sallam memperingatkan umatnya, tetapi saya akan katakan tentang dia bahwa tidak ada Nabi selain dia yang telah menceritakan itu kepada umatnya. Kalian harus tahu bahwa Dajjal itu bermata satu; padahal Allah tidak bermata sa­tu.
(Shahih Bukhari an Muslim)
==========================================

Dalam Hadis panjang yang diriwayatkan Imam Muslim (nomor Hadis 5233) dari Sahabat Abdullah bin Amr ra dijelaskan, bahwa usia dajjal di bumi ini adalah empat puluh, tapi Abdullah bin Amr ra tidak tahu apakah kata empat puluh yang disabdakan Rasulullah saw itu adalah empat puluh hari, empat puluh, empat puluh tahun, atau 40 abad?.
==========================================

Bagi yang membaca halaman ini mungkin bisa berbagi info asal usul ada gambar piramida dengan satu mata di uang dollar amerika tsb
apakah hubungan Amerika dengan piramida?
menurut beberapa sumber, mata satu itu diambil dari Tuhan (dewa) mesir kuno bernama Horus yang bermata satu

Mungkinkah kini Dajjal sedang menguasai dunia?

Persepsi saya kembalikan ke pembaca, bagaimanapun cuma Allah yang Maha tau

Rabu, 23 Mei 2012

Mamfaat makan/minum tidak sambil berdiri dan alasan medisnya

dari Anas dan Qatadah radhiallaahu ‘anhuma, dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam : “Sesungguhnya beliau melarang seseorang minum sambil berdiri”. Qotadah berkata:”Bagaimana dengan makan?” beliau menjawab: “Itu lebih buruk lagi”(HR. Muslim dan Turmidzi).
=================================================

Dari Abi Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kalian minum sambil berdiri.” (HR. Muslim)
=================================================

sesekali tidak apa minum berdiri
secara ilmiah dapat dibuktikan melalui penelitian ilmiah berikut ini

In our bodies there are the pores of the skin as outside our bodies called sfringer. Sfringer is a maskuler structure (muscle) which can be opened (so that urine can pass) and closed. Any water we drink will be distributed at the screening stations located in the kidney. Sfringer it will open at the time we sat down. And vice versa sfringer will be closed at the time we stood up.
If we sat drinking with the water we drink will be filtered by the sfringer. Instead, if we take the stand so the water we drink will not be filtered by sfringer because sfringer when closed and directly to the bladder
At a minimum there will be 2 disease that we suffer if we always drink with standing (not sitting):
 

  1. Any clean water we drink must contain lime. Because sfringer when closed, the water contents and no one can enter the so sfringer these calcium channels would accumulate in the ureter that will eventually crystallized. This is called urinary stone disease.
  2. Like a waterfall that falls into the hard stone, over time hard rock will be eroded and that blows a hole in the water. So is the water we drink, because sfringer closed then no water is filtered and all the water we drink will immediately fall into the bladder so the bladder will eventually get hurt and become infected.

That is the minimal disease that we will suffer if we take the stand. That means there will still be other diseases that would threaten, if we take a stand.

================================================= 


versi bahasa indonesia dari sumber lainnya

Jika kita minum sambil berdiri maka tidak dapat memberikan kesegaran tubuh secara optimal, karena air yang kita minum akan cepat turun ke organ tubuh bagian bawah. Sedangkan air yang dikonsumsi harus ditampung dulu didalam lambung, di lambung tersebut air minum disaring oleh sfinger. Sfinger adalah  suatu struktur maskuler (berotot) yang bisa membuka (sehingga air kemih bisa lewat) dan menutup, dan hanya terbuka apabila kita minum dalam keadaan duduk. Seharusnya setiap air yang kita minum akan disalurkan pada bagian-bagian penyaringan yang berada di ginjal, akan tetapi jikalau kita minum sambil berdiri, air yang kita minum tanpa disaring lagi akan menuju kandung kemih kemudian akan menyebabkan pengendapan disaluran ureter. Akibat banyaknya limbah-limbah yang menyisa di ureter maka bisa menyebabkan penyakit kristal ginjal. Salah satu penyakit ginjal yang berbahaya.
Ditulis oleh : Safira Hilwa Tsauri (Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Islam Negeri Jakarta)
================================================= 

versi berbahasa inggris lainnya

Water contains dihydrogen monoxide, which is extremely dangerous to the pancreas if it is absorbed through the trachea. To prevent contamination, it's best to drink water slowly while in a squatted position. Sitting is usually fine, unless you're prone to acid reflux. Standing is the worst way to drink water. People who drink water standing often rupture the pancreas, causing toxic chemicals to seep into their blood supply and damage brain tissue.
=================================================

 versi berbahasa inggris lainnya

Why is it not advisable to drink water while standing?

Scientifically, drinking while standing lets water hit the lower part of the esophagus strongly, & by time this leads to a dilation and relaxation of the sphincter that connects the esophagus and stomach, which finally leads to a medical condition called "GERD: GastroEsophageal Reflux Disease" in which the acids in the stomach pass backward through the "relaxed" sphincter and start "burning" the acid-intolerant esophagus. This leads to the sensation of heartburn that most of people complain of. And that's why drinking while sitting in much more better.

Keutamaan shaf (baris) pertama dan shaf kanan dalam sholat berjama'ah


Dari ‘Aisyah secara marfu’: “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya membacakan shalawat kepada jama’ah yang berada di shaf bagian kanan.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam al Sunan no. 676, dan Ibnu Majah di dalam al Sunan no. 1005 dengan sanad berkualitas hasan sebagaimana dalam al Fath (II/213)).
==============================================================

Al Syaikh Ibn Baaz Rahimahullah berkata: “Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bahwa memilih shaf sebelah kanan adalah lebih utama ketimbang shaf sebelah kiri. Tidak disyariatkan bagi imam untuk mengatakan: “Seimbangkanlah antara shaf kanan dan shaf kiri. Tidak mengapa jika sebuah shaf lebih banyak terisi yang sebelah kanan, karena menginginkan keutamaan yang telah dijanjikan.”
==============================================================

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sebaik-baik shaf pria adalah shaf yang awal dan sejelek-jelek shaf pria adalah yang akhirnya.
Sebaik-baik shaf wanita adalah shaf yang terakhir dan sejelek-jelek shaf wanita adalah yang paling awal.” (Shahih, HR. Muslim, no. 440)
==============================================================

“Seandainya umatku mengetahui keutamaan (pahala) yang diperoleh dalam shaf yang pertama, niscaya mereka akan mengundi untuk mendapatkannya.” (Shahih, HR. Al-Bukhari no. 721 dan Muslim no. 437)

Selasa, 22 Mei 2012

Tipe-tipe orang yang do'anya sangat mustajab

Diriwayatkan dalam Musnad Imam Ahmad dan Sunan At-Tirmidzi, An-Nasa’i, dan Ibnu Majah, dari Abu Hurairah r.a, katanya Rasulullah saw bersabda:

“Ada tiga orang yang do’anya tidak akan ditolak: Penguasa yang adil, orang yang berpuasa (lahir batin) hingga berbuka, dan do’a orang yang dizhalimi. Allah akan menaikkan do’anya tanpa terhalanga awan mendung pada hari kiamat dan dibukakan baginya pintu-pintu langit, dan Dia berfirman: ‘Demi kemuliaanKu, Aku pasti menolongmu meskipun beberapa saat lagi."
======================================================

Ibnu Abbas r.a. meriwayatkan bahawa Nabi SAW telah mengutus Mu’adz ke Yaman dan Beliau berkata kepadanya : “Takutlah kamu akan doa seorang yang terzalimi, kerana doa tersebut tidak ada hijab (penghalang) di antara dia dengan Allah“. H.R. Bukhari dan Muslim
(Kesimpulan:  hati-hati menyakiti orang lain, karena doanya sangat makbul)
======================================================

“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi
yaitu doa orang tua kepada anaknya,
doa orang yang bepergian (safar)
dan doa orang yang dizholimi.” (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan).
======================================================

"Ada tiga jenis doa yang mustajab (terkabul), tidak diragukan lagi,
yaitu doa orang yang dizalimi,
doa orang yang bepergian
dan doa kejelekan kedua orang tua kepada anaknya." (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 32. Dikatakan hasan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrod no. 24).

mengenai doa kejelekan orang terhadap anak, ada di riwayat berikut ini

Abu Hurairah berkata, ”Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Tidak ada bayi yang dapat berbicara dalam buaian kecuali Isa bin Maryam dan Juraij" Lalu ada yang bertanya, ”Wahai Rasulullah siapakah Juraij?". Beliau lalu bersabda, ”Juraij adalah seorang rahib yang berdiam diri pada rumah peribadatannya (yang terletak di dataran tinggi/gunung). Terdapat seorang penggembala yang menggembalakan sapinya di lereng gunung tempat peribadatannya dan seorang wanita dari suatu desa menemui penggembala itu (untuk berbuat mesum dengannya).

(Suatu ketika) datanglah ibu Juraij dan memanggilnya ketika ia sedang melaksanakan shalat, ”Wahai Juraij." Juraij lalu bertanya dalam hatinya, ”Apakah aku harus memenuhi panggilan ibuku atau meneruskan shalatku?" Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya lalu memanggil untuk yang kedua kalinya.  Juraij kembali bertanya di dalam hati, ”Ibuku atau shalatku?" Rupanya dia mengutamakan shalatnya. Ibunya memanggil untuk kali ketiga. Juraij bertanya lagi dalam hatinya, ”lbuku atau shalatku?" Rupanya dia tetap mengutamakan shalatnya. Ketika sudah tidak menjawab panggilan, ibunya berkata, "Semoga Allah tidak mewafatkanmu, wahai Juraij sampai wajahmu dipertontonkan di depan para pelacur?"[2] Lalu ibunya pun pergi meninggalkannya.[3]

Wanita yang menemui penggembala tadi dibawa menghadap raja dalam keadaan telah melahirkan seorang anak[4]. Raja itu bertanya kepada wanita tersebut, ”Hasil dari (hubungan dengan) siapa (anak ini)?" "Dari Juraij?", jawab wanita itu. Raja lalu bertanya lagi, "Apakah dia yang tinggal di tempat peribadatan itu?" "Benar", jawab wanita itu. Raja berkata, ”Hancurkan rumah peribadatannya dan bawa dia kemari." Orang-orang lalu menghancurkan tempat peribadatannya dengan kapak sampai rata dan mengikatkan tangannya di lehernya dengan tali lalu membawanya menghadap raja. Di tengah perjalanan Juraij dilewatkan di hadapan para pelacur.[5] Ketika melihatnya Juraij tersenyum dan para pelacur tersebut melihat Juraij yang berada di antara manusia.

Raja lalu bertanya padanya, "Siapa ini menurutmu?". Juraij balik bertanya, "Siapa yang engkau maksud?" Raja berkata, "Dia (wanita tadi) berkata bahwa anaknya adalah hasil hubungan denganmu." Juraij bertanya, "Apakah engkau telah berkata begitu?" "Benar", jawab wanita itu. Juraij lalu bertanya, ”Di mana bayi itu?" Orang-orang lalu menjawab, "(Itu) di pangkuan (ibu)nya." Juraij lalu menemuinya dan bertanya pada bayi itu, ”Siapa ayahmu?" Bayi itu menjawab, "Ayahku si penggembala sapi."

Kontan sang raja berkata, "Apakah perlu kami bangun kembali rumah ibadahmu dengan bahan dari emas." Juraij menjawab, "Tidak perlu". "Ataukah dari perak?" lanjut sang raja. "Jangan", jawab Juraij. "Lalu dari apa kami akan bangun rumah ibadahmu?", tanya sang raja. Juraij menjawab, "Bangunlah seperti semula." Raja lalu bertanya, "Mengapa engkau tersenyum?" Juraij menjawab, "(Saya tertawa) karena suatu perkara yang telah aku ketahui, yaitu terkabulnya do’a ibuku terhadap diriku.” Kemudian Juraij pun memberitahukan hal itu kepada mereka.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrod no. 33. Dikatakan shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrod no. 25).  Lihat [Bukhari: 60-Kitab Al Anbiyaa, 48-Bab ”Wadzkur fil kitabi Maryam”. Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilah wal Adab, hal. 7-8]

Khasiat madu untuk kesehatan


“Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar cairan (yg dapat diminum) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan”. (QS An- Nahl: 69).
=============================================

Dari Ibnu Abbas R.A. dari Rasulullah S.A.W. : ”Kesembuhan dari penyakit itu dengan melakukan tiga hal : berbekam (hijamah), minum madu dan pengobatan besi panas. Tetapi aku melarang umatku membakar dengan besi panas itu”. (HR. Shahih Bukhari)
=============================================

Diriwayatkan oleh Abu Sa’id Al-Kudri : Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah S.A.W. dan berkata, “ Saudaraku sedang mengalami sakit perut” kemudian Rasulullah, S.A.W berkata kepada laki-laki tersebut, “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali kepada Rasulullah, S.A.W dan beliau berkata kembali “Suruh dia minum madu”, Laki-laki tersebut kembali untuk ketiga kalinya dan Rasulullah tetap berkata “Suruh dia minum madu” , kemudian laki-laki itu kembali dan berkata “ Sudah saya lakukan ya Rasulallah”, kemudian Rasulullah S.A.W. bersabda “Allah telah menyampaikan yang benar, tetapi perut saudaramu berbohong, suruh dia minum madu”. Kemudian laki-laki itu meminta saudaranya untuk kembali minum madu dan dia sembuh.

Senin, 21 Mei 2012

Pengobatan tradisional ala Rasulullah yang murah dan sangat efektif

Dari Jabir bin ‘Abdullah radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Setiap penyakit pasti memiliki obat. Bila sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)
====================================================

“Tidaklah Allah menurunkan sebuah penyakit melainkan menurunkan pula obatnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
====================================================

Dari Usamah bin Syarik radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata:
Aku pernah berada di samping Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu datanglah serombongan Arab dusun. Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bolehkah kami berobat?”
Beliau menjawab: “Iya, wahai para hamba Allah, berobatlah. Sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala tidaklah meletakkan sebuah penyakit melainkan meletakkan pula obatnya, kecuali satu penyakit.” Mereka bertanya: “Penyakit apa itu?” Beliau menjawab: “Penyakit karena tua.”
(HR. Ahmad, Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi, beliau berkata bahwa hadits ini hasan shahih. Syaikhuna Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i menshahihkan hadits ini dalam kitabnya Al-Jami’ Ash-Shahih mimma Laisa fish Shahihain, 4/486)
====================================================

‘Auf bin Malik radhiallahu ‘anhu berkata:
“Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya: ‘Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu tentang hal itu?’ Beliau menjawab: ‘Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa selama tidak mengandung syirik’.” (HR. Muslim no. 2200)
====================================================

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu ‘anhu, bahwa beliau berkata:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari segala ruqyah. Lalu keluarga ‘Amr bin Hazm datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka berkata: “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami dahulu memiliki ruqyah yang kami pakai untuk meruqyah karena (sengatan) kalajengking. Tetapi engkau telah melarang dari semua ruqyah.” Mereka lalu menunjukkan ruqyah itu kepada beliau. Beliau bersabda: “Tidak mengapa, barangsiapa di antara kalian yang mampu memberi kemanfaatan bagi saudaranya, maka hendaknya dia lakukan.” (HR. Muslim no. 2199)
====================================================

Dari Anas bin Malik r.a,(ditanya) mengenai Hijamah, beliau berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah ber-bekam/hijamah dan memrintahkan keluarga beliau dan Rasulullah  bersabda: Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah dengan Hijamah.Hadit dari Ibnu Abi Umar juga menyebutkan demikian(Shahih Muslim 1577)
====================================================

Dari Abi Raja’, dari Samurah r.a.  berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah  bersabda: Sebaik-baik pengobatan yang manusia lakukan adalah dengan Hijamah. (Mu’jam Kabir – At Thabrani)
====================================================

Dari Muawiyah, dari Ma’ql bin Yassar r.a, berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah  bersabda: Hijamah pada hari selasa atau tanggal 17 adalah pengobatan yang disunnahkan(Ma’rifatu Shahabah dan Mu’jam Kabir At Thabrani) 
====================================================

Dari Muawiyah, dari Ma’ql bin Yassar r.a, berkata : bahwa Sesungguhnya Rasulullah  bersabda: Hijamah pada hari selasa atau tanggal 17 adalah pengobatan yang disunnahkan. Dijelaskan bahwa diceritakan mengenai Pengobatan dengan Hijamah dan dikatan bahwa : Rasulullah SAW bersabda : “ Aku diperintah oleh Para Malaikat pada Malam Isra mereka (para Malaikat) itu berkata : Kerjakan Hijamah ya Muhammad .” dan mereka (para Malaikat) itu juga berkata Perintahkan Umatmu ber-hijamah. Rasulullah  bersabda: Hendaklah ber-hijamah/ber-bekam pada tanggal 15, 17, 19 dan 21”.(Ma’rifatu Shahabah dan Mu’jam Kabir At Thabrani)
====================================================





Ada beberapa kejanggalan atau perbedaan dalam persaksian mengenai penyaliban Yesus di dalam Alkitab

  Ada beberapa kejanggalan atau perbedaan dalam persaksian mengenai penyaliban Yesus di dalam Alkitab, terutama jika kita membandingkan keem...