Senin, 10 April 2017

Ambeiyen / wasir ku sembuh dengan buah ini

Sudah hampir sebulan aku menderita wasir, awalnya karena buang air mengejan selama 2-3 hari berturut-turut, disamping pekerjaanku yang menuntutku harus banyak duduk

wasir memang menyakitkan, meski saya fahami bahwa setiap penyakit adalah pengurang dosa-dosa kita (alhadits), tapi siapa yang ingin sakit? tentu jika sudah sakit semua manusia fitrahnya ingin sembuh. termasuk wasir ini yang bukan hanya menganggu aktivitas tapi rasa nyeri yang tidak tertahankan, terutama pasca buang air besar.

Berbagai obat saya coba, mulai obat luar (salep) dengan berbagai merek, dari obat china yg murah sampai obat import yang diatas 100ribu hanya dengan tube kecil, juga kapsul yang dimasukkan ke anus..... tapi semua tidak ada hasil.

Begitupun berbagai herbal saya coba, ekstrak daun ungu, herbal khusus wasir, jamu kapsul, air kunyit, begitupun buah pepaya dan bengkoang yang dipercaya bisa mengurangi masalah wasir juga tidak ada perubahan. Alhamdulillah Allah akhirnya memberi petunjuk kesembuhan dengan buah ini

Awalnya saya googling dan saya coba LABU SIAM, meski agak pesimis juga, karena pepaya, kunyit, bengkoang juga hasil googling tapi tidak efektif. Karena ada beberapa kesaksian baik dalam dan luar negeri tentang efektivitas buah ini untuk mengatasi wasir. Kalau di luar negeri buah ini disebut Chayote.

Buah yang sering digunakan pada sayur asam ini ternyata memang ampuh untuk mengatasi wasir tanpa menunggu lama. Bahkan bisa mengurangi nyeri secara cepat, hanya hitungan menit atau 1 jam.

Caranya labu siam saya cuci bersih, kulit tidak saya kupas, (karena memang repot kupasnya hehe) lalu dipotong kecil2 kemudian diblender dengan dicampur air yang cukup untuk segelas. Air yang bercampur serbuk labu tsb saya minum pagi, siang, sore dan malam sebelum tidur.
Alhamdulillah, baru sehari minum, esok paginya, yang biasanya setelah BAB pantat terasa nyeri, sudah berkurang, di hari berikutnya sudah tidak nyeri lagi, dan ketika saya buat artikel ini, sudah hari ketiga tidak terasa nyeri lagi, cuma sedikit rasa gatal saja, mungkin karena proses penyembuhan. Karena biasanya setelah BAB akan terasa nyeri sekali, sampai menyetir pun tidak konsen karena menahan sakit.

Rasa juice buah ini pun enak, kalau minum air saringannya saja rasanya seperti minum air tebu, tapi kurang manis dibanding air tebu. Disarankan diminum dengan serbuknya agar menambah asupan serat dalam pencernaan untuk mempercepat proses penyembuhan.

Kalau bosan sesekali bisa campur sirup buah, tapi saya cuma 2x saja coba dicampur juice anggur agar tidak bosan.

Sebagai tambahan, untuk mempercepat kesembuhan, perbanyak minum air putih, karena dehidrasi bisa memperparah peradangan, dan juga hindari makanan/minuman yang bisa membuat konstipasi (bab tidak lancar) seperti kopi, coklat, daging merah (sapi, kambing, dan sejenisnya).

Semoga bermamfaat


Kamis, 06 April 2017

Apakah nabi Adam hidup di zaman purbakala?

Terkadang teori-teori ilmu pengetahuan umum (iptek) membingungkan para penuntut ilmu, seolah-olah tidak nyambung. Memang ada sebagian yang tidak nyambung, tapi ada juga yang berhubungan. Misalnya tentang masa kehidupan Adam alahis salam, dimasa apakah beliau hidup? Apakah termasuk manusia purbakala?

Sekarang kita perhatikan bukti ilmiah berikut ini

Fosil tertua yang ditemukan tahun 2001 dengan nama Sahelanthropus tchadensis yang diperkirakan berusia 7 juta tahun, ditemukan di Chad, negara yang berdekatan dengan Libya dan Sudan. Perkiraan ini dihitung berdasarkan usia lapisan batu/tanah dimana fosil tsb ditemukan.

Sedangkan Adam kalau ditelusuri berdasarkan nasab (garis keturunan) dari para nabi dengan perhitungan mundur mulai nabi Ibrahim dan seterusnya hingga Nuh, Idris hingga Adam tidak lebih dari 10.000 tahun lalu. Bahkan ada yang menyimpulkan Adam hidup sekitar 3000an SM. Karena dari ke-25 nabi ada nabi yang hidup sezaman, misalnya Ibrahim sezaman dengan Luth, Ismail, Ishaq, Ya'qub sezaman dengan Yusuf, Musa sezaman dengan Syuaib, dsb.

Dengan paparan diatas, apakah bertolak belakang antara sejarah agama dengan teori sains? Tidak sama sekali. Sekarang perhatikan Al-Baqarah:30 yang mana berfirman kepada para malaikat, "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah". Banyak yang memaknai kata 'khalifah' tsb adalah Pemimpin. Padahal bukan itu, secara bahasa khalifah artinya 'Pengganti' asal kata 'Khalafa' yang artinya 'Menggantikan'....  ya, karena Allah hendak mengganti penguasaan bumi kepada species lain.

Kemudian perhatikan (masih di ayat yang sama), para malaikat merespon atas keputusan Allah tsb: "Apakah Engkau hendak menjadikan (di bumi) yang akan merusak di dalam nya dan menumpahkan darah?". Para ulama mufassirin menafsirkan pertanyaan malaikat tsb berkaitan dengan makhluk-makhluk sebelumnya yang selalu melakukan perusakan dan menumpahkan darah di bumi. Jadi dipastikan bahwa para malaikat pernah menyaksikan bumi pernah dihuni oleh makhluk berintelingensi seperti manusia sebelum dihuni Adam.

Sejarah hidup para nabi bukan saja tercantum di Al-qur'an, tapi juga di kitab Yahudi dan Nasrani dengan kisah lebih dari 25 nabi dengan riwayat yang lebih banyak, tapi tentunya kita sebagai muslim tidak terlalu meyakini kebenaran semua kisahnya 100%, yang dalam islam disebut dengan istilah "Israiliyat".

Rasulullah bersabda dalam Shahih Bukhari no.6987

صحيح البخاري ٦٩٨٧: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
كَانَ أَهْلُ الْكِتَابِ يَقْرَءُونَ التَّوْرَاةَ بِالْعِبْرَانِيَّةِ وَيُفَسِّرُونَهَا بِالْعَرَبِيَّةِ لِأَهْلِ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُصَدِّقُوا أَهْلَ الْكِتَابِ وَلَا تُكَذِّبُوهُمْ وَقُولُوا
{ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ }
الْآيَةَ

Shahih Bukhari 6987: Abu Hurairah berkata, "Ahli kitab membaca Taurat dengan bahasa Ibrani, dan mereka menafsirkannya dengan bahasa arab untuk pemeluk Islam." Spontan Rasulullah Sallallahu'alaihiwasallam bersabda: "Jangan kalian membenarkan ahli kitab dan jangan pula mendustakan mereka, katakan saja: 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan'."

Kesimpulan:
Sebelum Adam diturunkan ke bumi, bumi bukanlah planet kosong yang tidak ada kehidupan sama sekali. Allah sudah menempatkan berbagai dabbah (makhluk melata) di bumi, salah satunya species seperti manusia. Dalam Al-maidah:31 diceritakan bagaimana burung gagak memberi inpirasi kepada putra Adam untuk menguburkan saudaranya. menandakan di zaman itu sudah ada makhluk hidup lain seperti sekarang.
Namun kebenaran dan fakta hanyalah pada sisi Allah, kami sekedar mengkolaborasikan antara fakta sains dengan hujjah Al-qur'an.
والله تعالى اعلم




Rabu, 29 Maret 2017

Adakah sholat sunnat setelah ashar? ADA

Dibolehkan sholat sunnat setelah ashar asalkan posisi matahari masih tinggi
Dan nabi senantiasa melakukannya di rumah, bukan di masjid

dan juga berdasarkan dalil berikut ini dari Shahih Bukhari

صحيح البخاري ٥٥٥: حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ أَيْمَنَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي أَنَّهُ سَمِعَ عَائِشَةَ قَالَتْ
وَالَّذِي ذَهَبَ بِهِ مَا تَرَكَهُمَا حَتَّى لَقِيَ اللَّهَ وَمَا لَقِيَ اللَّهَ تَعَالَى حَتَّى ثَقُلَ عَنْ الصَّلَاةِ وَكَانَ يُصَلِّي كَثِيرًا مِنْ صَلَاتِهِ قَاعِدًا تَعْنِي الرَّكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعَصْرِ وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّيهِمَا وَلَا يُصَلِّيهِمَا فِي الْمَسْجِدِ مَخَافَةَ أَنْ يُثَقِّلَ عَلَى أُمَّتِهِ وَكَانَ يُحِبُّ مَا يُخَفِّفُ عَنْهُمْ

Shahih Bukhari 555: Telah menceritakan kepada kami Abu Nu'aim berkata, telah menceritakan kepada kami 'Abdul Wahid bin Aiman berkata, telah menceritakan kepadaku Bapakku bahwa dia mendengar 'Aisyah berkata, "Demi Dzat yang telah mewafatkan beliau, beliau tidak pernah meninggalkan keduanya hingga beliau berjuma Allah, dan tidaklah beliau bertemu Allah hingga terasa berat mengerjakan shalat (tua). Beliau sering mengerjakan shalat dengan duduk, yakni dua rakaat setelah 'Ashar. Namun Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tidak mengerjakannya di masjid karena khawatir akan memberatkan ummatnya, sebab beliau lebih suka meringankan mereka."

Rabu, 22 Maret 2017

Rasulullah tidak pernah pakai biji tasbih



Kita sering melihat baik di film-film atau kehidupan nyata seseorang tokoh agama berjubah, bersurban, dengan memegang biji tasbih di tangannya, seolah-olah benda tsb adalah sakral dan bagian dari sunnah nabi.
Padahal kalau mau diteliti, benda tsb tidak pernah ada di zaman rasulullah maupun tabiin. Benda itu mulai digunakan oleh kelompok sufi yang meniru agama lain, seperti pada Katolik disebut biji rosario, mereka menggunakan alat itu untuk "berdzikir". Hal yang sama pada Hindu dan Budha

Kita juga kerap menemukan benda ini di saudi, bahkan dijual di sekeliling masjidil haram atau masjid nabawi hingga sekarang, karena tidak bisa dipungkiri dahulu sufisme mendominasi tanah haram hingga setelah ulama-ulama mujaddid perlahan-lahan mengikis kebiasaan bid'ah khurafat tahayul dan syirik. Tapi untuk biji tasbih masih tetap ada saja yang menjual, karena banyak pendatang yang suka dengan benda tsb sebagai oleh-oleh, terutama jemaah indonesia sebagai jemaah terbesar dari asia.

Tulisan ini dibuat untuk memperjelas bahwa benda itu bukanlah bagian dari sunnah nabi, melainkan warisan agama lain. Tapi jika anda masih merasa nyaman menggunakan sebatas alat hitung tidak apa, asalkan jangan dianggap bagian dari sunnah apalagi dianggap bertuah seperti yang banyak dijual para dukun berkedok kyai. Kalau seperti itu sudah dikatakan kesyirikan karena dianggap tamimah (jimat), benda yang bisa memberi mamfaat secara ghaib.

Sama halnya dengan simbol bulan-bintang. Simbol tsb tidak pernah ada di zaman rasulullah. Logo itu nulai digunakan di masa kekhalifahan Utsmaniyah di Turki. Bendera yang digunakan para mujahid di zaman nabi adalah bendera berlafadz Tauhid.

Senin, 13 Maret 2017

Perintahkan anak untuk sholat

Dalam hadits riwayat Abu Daud no.417 yang hasan - shahih

سنن أبي داوود ٤١٧: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى يَعْنِي ابْنَ الطَّبَّاعِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرُوا الصَّبِيَّ بِالصَّلَاةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ وَإِذَا بَلَغَ عَشْرَ سِنِينَ فَاضْرِبُوهُ عَلَيْهَا

Sunan Abu Daud 417: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perintahkanlah anak kecil untuk melaksanakan shalat apabila sudah mencapai umur tujuh tahun, dan apabila sudah mencapai umur sepuluh tahun maka pukullah dia apabila tidak melaksanakannya".

Tapi perlu dicermati bahwa memukul yang dimaksud adalah pukulan mendidik, hindari wajah atau pukulan yang membahayakan atau bukan pukulan yang menganiaya.
Pukulan tsb dimaksudkan menyelamat anak kelak selamat dari pukulan malaikat dan bakaran api neraka yang jauh lebih mengerikan.


Jumat, 17 Februari 2017

Apakah yang dimaksud dengan Thaghut?

Thaghut adalah istilah sesembahan atau berhala yang disembah di masa jahiliyah seperti tertera dalam hadits-hadits dibawah ini

سنن الترمذي ٢٨٩١: حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَال سَمِعْتُ الزُّهْرِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ عُرْوَةَ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ
مَا أَرَى عَلَى أَحَدٍ لَمْ يَطُفْ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ شَيْئًا وَمَا أُبَالِي أَنْ لَا أَطُوفَ بَيْنَهُمَا فَقَالَتْ بِئْسَ مَا قُلْتَ يَا ابْنَ أُخْتِي طَافَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَطَافَ الْمُسْلِمُونَ وَإِنَّمَا كَانَ مَنْ أَهَلَّ لِمَنَاةَ الطَّاغِيَةِ الَّتِي بِالْمُشَلَّلِ لَا يَطُوفُونَ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
{ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوْ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا }
وَلَوْ كَانَتْ كَمَا تَقُولُ لَكَانَتْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ لَا يَطَّوَّفَ بِهِمَا
قَالَ الزُّهْرِيُّ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِأَبِي بَكْرِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ هِشَامٍ فَأَعْجَبَهُ ذَلِكَ وَقَالَ إِنَّ هَذَا الْعِلْمُ وَلَقَدْ سَمِعْتُ رِجَالًا مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ يَقُولُونَ إِنَّمَا كَانَ مَنْ لَا يَطُوفُ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ مِنْ الْعَرَبِ يَقُولُونَ إِنَّ طَوَافَنَا بَيْنَ هَذَيْنِ الْحَجَرَيْنِ مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ وَقَالَ آخَرُونَ مِنْ الْأَنْصَارِ إِنَّمَا أُمِرْنَا بِالطَّوَافِ بِالْبَيْتِ وَلَمْ نُؤْمَرْ بِهِ بَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى
{ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ }
قَالَ أَبُو بَكْرِ بْنُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ فَأُرَاهَا قَدْ نَزَلَتْ فِي هَؤُلَاءِ وَهَؤُلَاءِ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Riwayat Tirmidzi 2891: dari 'Urwah ia berkata; Aku berkata kepada 'Aisyah; "Menurutku, orang yang tidak sa'i antara shafa dan marwah tidak menanggung apa pun dan aku tidak perduli untuk tidak sa'i di antara keduanya." 'Aisyah menimpali; "Amat buruk apa yang kau ucapkan, wahai keponakanku, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah melakukan sa'i dan juga kaum muslimin, sesungguhnya orang yang bertalbiyah untuk Manat, sang thaghut yang ada di Musyallil (tempat antara Makah dan Madinah yang banyak airnya) itulah yang tidak mengerjakan sa'i antara Shafa dan Marwah. Lalu Allah Tabaraka wa Ta'ala menurunkan ayat: "Maka barangsiapa beribadah haji ke Baitullah atau ber'umrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya." QS Al-Baqarah: 158. dst......


صحيح مسلم ٣١٠٨: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ هِشَامٍ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْلِفُوا بِالطَّوَاغِي وَلَا بِآبَائِكُمْ

Shahih Muslim 3108: dari Hasan dari Abdurrahman bin samurah dia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian bersumpah dengan menyebut nama-nama berhala (thawagh - jamak dari thaghut) atau dengan menyebut bapak-bapak kalian."


سنن ابن ماجه ٢٠٨٦: حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى عَنْ هِشَامٍ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَحْلِفُوا بِالطَّوَاغِي وَلَا بِآبَائِكُمْ

Riwayat Ibnu Majah 2086: dari 'Abdurrahman bin Samurah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah kalian bersumpah dengan nama-nama berhala (thawagh - jamak dari thaghut) atau dengan dan bapak-bapak kalian."


Jumat, 06 Januari 2017

Berdenging di telinga (tinnitus)

Awal tahun 2017 ini aku diberi cobaan Allah dengan penyakit telinga berdengung atau disebut Tinnitus sudah berbagai upaya aku lakukan, dengan minuman herbal china, akupunktur, ke dokter THT, bahkan ruqyah syar'iyyah, tidak ada perubahan aku cuma pasrah, aku coba menjalani saja sisa hidupku ini dengan menjalani cobaan dariMU yaa Allah, semoga aku bisa bersabar sekarang yang aku coba adalah berusaha hidup senormal mungkin, dan coba menghiraukan suara di telingaku yang tidak jelas asal-usulnya ini

=============================
Update 1 Feb 2017

hari2 aku coba jalani dengan tabah meski menderita, terutama di malam hari sangat sulit istirahat, dan inilah seumur hidupku aku mengalami insomnia berminggu2
Aku yakin Allah tidak akan memberi cobaan ini seumur hidupku, insya Allah akan segera sembuh... aku berhusnudzan kepadamu ya Allah.


kalau medis menyatakan tinnitus tidak ada obatnya, tetapi aku lebih yakin sabda Rasululah bahwa setiap penyakit ada obatnya, cuma manusia saja yang belum mengetahui obatnya, oleh karenanya aku tetap meminta petunjuk kepadaNya.
hadits dari shahih Muslim no.4084 dibawah ini




Ada beberapa kejanggalan atau perbedaan dalam persaksian mengenai penyaliban Yesus di dalam Alkitab

  Ada beberapa kejanggalan atau perbedaan dalam persaksian mengenai penyaliban Yesus di dalam Alkitab, terutama jika kita membandingkan keem...